Mengenai Saya

Foto saya
Tasikmalaya, Java West, Indonesia
Orangnya Humoris, Mudah Bergaul, Asik, Bisa Serius, Bisa Becanda, Pokokna mah Qtu we lah, hahahay...

Jumat, 09 September 2011

“Ketindihan”: Saat Otak Menghadirkan Hantu ke Depan Mata

Suatu malam, dua tahun yang lalu, saya tertidur di atas sofa di ruang tamu saya. Kira-kira jam setengah dua dini hari, saya yang tidur tertelungkup tiba-tiba terbangun. Saya merasakan sesuatu menahan tubuh saya. Kaki, tangan, dan lidah saya sulit untuk digerakkan. Telapak tangan kanan saya yang berada di sisi luar sofa mencoba melakukan gerakan apa pun untuk meraba apa yang terjadi. Telapak tangan itu pun menyentuh sesuatu. Saya menyimpulkan benda bulat berbulu itu sebuah kepala karena rasanya hangat seperti suhu tubuh seseorang.

Tak sampai lima menit, tiba-tiba “tindihan” itu hilang (saya masih mengira itu saudara saya yang mengerjai saya). Saya membalikkan badan dan menemukan bahwa saya sendirian di ruang itu. Di tengah nafas yang tersengal-sengal dan badan penuh keringat, saya teringat pada sebuah pembahasan di kelas Psikologi Faal. Saya menyadari bahwa saya baru saja mengalami sleep paralysis.

Apa itu sleep paralysis?

Sleep paralysis adalah penjelasan dari fenomena ketindihan, kchmaoh sangkat (istilah orang Kamboja saat “hantu” menekan tubuh seseorang di kala tidur), atau bahkan “penculikan” oleh alien. Secara singkat, sleep paralysis adalah kelumpuhan sementara yang terjadi sesaat sebelum atau sesudah tidur. Kelumpuhan ini hanya berlangsung beberapa saat, dan bisa segera hilang jika seseorang memanggil nama kita dengan perlahan.

Kelumpuhan pada saat sleep paralysis tidak berbahaya, karena identik dengan kelumpuhan pada saat seseorang tidur. Ya, pada saat tidur, SEMUA ORANG mengalami kelumpuhan. Kenapa? Karena kita sedang bermimpi.

Begini penjelasannya, jika kita men-scan otak orang yang sedang bermimpi (misalnya, bermimpi main voli), maka bagian otak yang berkaitan dengan main voli akan aktif. Bagian otak yang memerintahkan kaki untuk melompat akan aktif. Begitu pula bagian yang memerintahkan tangan untuk men-smash bola. Nah, tentu merepotkan sekali jika orang yang bermimpi main voli melakukan semua gerakan voli saat ia tidur. Oleh karena itu, otak “melumpuhkan” tubuh orang yang sedang bermimpi agar badan tetap dalam keadaan berbaring.

Hanya saja, kadang kala manusia terbangun saat dirinya masih dalam keadaan bermimpi. Tubuh kita saat itu masih lumpuh. Kita yang sadar tidak dapat menggerakkan diri lalu panik dan menyangka sedang “ditindih” sesuatu. Sleep paralysis juga dapat terjadi pada saat sebelum tidur. Maksudnya, kita masih sadar, tetapi otak sudah masuk dalam mode bermimpi dan melumpuhkan tubuh.

Tapi apa penjelasan dari “kepala” yang saya raba? Penjelasannya ada dua, dan kedua-duanya masih berkaitan dengan mimpi. Penjelasan pertama, kita sedang memimpikan hal itu. Seperti saat bermimpi main voli, jika kita sedang memimpikan seseorang (atau hantu), maka bagian otak yang berkaitan dengan hal tersebut menjadi aktif. Bagian yang mengatur penglihatan memberikan gambaran (halusinasi) bahwa kita sedang melihat orang (atau hantu) tersebut. Bagian pendengaran aktif, seakan-akan kita mendengar langkah kaki atau bisikan suara orang itu. Jika kita tiba-tiba terbangun, gambar itu, suara itu, bahkan bau itu masih tercetak di otak kita. Sehingga seakan-akan kita benar-benar melihat, mendengar, atau mencium hal yang kita impikan.

Penjelasan kedua, selain berhubungan dengan mimpi, juga berhubungan dengan sisi paranoid diri kita. Pernahkah Anda berada di rumah sendirian, dan kita mulai mendengar hal-hal menyeramkan, misalnya suara orang yang sepertinya akan masuk ke dalam rumah? Saat kita terbangun dari tidur dan menyadari diri kita tak bisa bergerak, kita mulai membayangkan hal yang menyeramkan (misalnya, hantu sedang menindih tubuh kita). Sialnya, otak kita masih dalam keadaan bermimpi, dan tercetaklah gambaran hantu tersebut di bagian visual otak. Membuat seakan-akan hantu tersebut muncul di depan mata kita.

Tapi penelitian menyimpulkan bahwa semua itu hanyalah halusinasi.

Sebagai catatan, ada satu bentuk halusinasi lain dari sleep paralysis. Namanya halusinasi vestibular-motor. Halusinasi ini terjadi saat kita sedang bermimpi menggerakkan anggota badan. Namanya juga mimpi, gerakan badan ini bisa apa saja. Mulai dari mengangkat tangan, duduk, terbang, sampai melepaskan ruh kemudian melayang di atas ‘badan’ kita. Saat kita terbangun dari mimpi (atau sudah dalam keadaan bermimpi, tapi masih sadar), hal tersebut seakan-akan benar-benar terjadi. Maka, kita bisa merasa tubuh kita bergerak sendiri, tubuh kita terbang, bahkan melayang di atas “badan kita”.

Apa penyebab sleep paralysis?

Cukup banyak. Kadang, otak melakukan kesalahan ini tanpa sebab. Sehingga, orang-orang sehat pun bisa mengalami ini.

Trauma juga bisa menyebabkan sleep paralysis. Orang-orang Kamboja yang menjadi pengungsi karena perang, tercatat sering mengalami sleep paralysis. Bahkan bisa tiga kali dalam seminggu. “Hantu-hantu” yang mereka lihat juga cukup beragam, dari tengkorak yang mencekik leher, sampai anggota keluarga yang sudah meninggal.

Orang-orang yang memiliki gangguan kecemasan, seperti social anxiety juga lebih sering terkena sleep paralysis beserta halusinasi-halusinasinya. Begitu pula orang-orang yang percaya pada tahayul.

Sleep paralysis memang kadang merupakan pengalaman yang menakutkan. Tetapi, sebenarnya fenomena itu tidaklah berbahaya. Saya akan menutup tulisan ini dengan satu catatan. Ternyata, mereka yang mengaku pernah diculik oleh alien memiliki profil psikologis yang berbeda dengan orang normal. Mereka adalah orang-orang mudah percaya pada hal-hal yang paranormal, tingkat fantasi yang tinggi, dan punya kecenderungan untuk berhalusinasi. Jadi, sebelum kita percaya dengan orang-orang yang mengaku diculik alien (atau dalam kasus di Indonesia, orang-orang yang dapat berbicara dengan hantu atau arwah dalam tidurnya), kita harus mengecek terlebih dahulu profil psikologis orang tersebut.

Sumber:

Carlson, Neil R. (2002). Foundations of Physiological Psychology. Boston: Allyn and Bacon.

Jacobson, C. J. jr. (2009). The nightmare of Puerto Ricans: an embodied ‘altered states of consciousness’ perspective. Cult Med Psychiatry. 33. 266-289.

Hinton, D.E., Pich, V., Chhean, D., & Pollack, M. H. (2005). ‘The ghost pushes you down’: sleep paralysis-type panic attacks in a Khmer refugee population. Transcult Psychiatry. 42. 46-73.

French, C.C., Santomauro, J., Hamilton, V., Fox, R., & Thalbourne, M.A. (2008). The psychological aspects of the alien contact experience (abstrak). Cortex. 44. 1387-1395.

Kamis, 23 Desember 2010

Biografi Albert Einstein

Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955)
adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis". Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan jenius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia. Pada tahun 1999, Einstein dinamakan "Orang Abad Ini" oleh majalah Time. Kepopulerannya juga membuat nama "Einstein" digunakan secara luas dalam iklan dan barang dagangan lain, dan akhirnya "Albert Einstein" didaftarkan sebagai merk dagang. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein.

Biografi

1. Masa muda dan universitas

Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola. Pada umur lima, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya).

Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme. Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika. Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia. Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur;j dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.

Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Maric, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negar Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.

2. Kerja dan Gelar Doktor

Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss dalah tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengatahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka. Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan, adalah pendamping pribadi dan kepandaian; Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") dalam tahun 1905 dari Universitas Zürich.

Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotoelektrik, dan relativitas spesial) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.

3. Gerakan Brownian

Di artikel pertamanya di tahun 1905 bernama "On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setlah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial. Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguan, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brownian.

Rabu, 03 November 2010

Maknai Kehidupanmu..!

Dalam perjalanan meraih target, adalah alamiah jika Anda menduga bahwa berbagai kesulitan ataupun hambatan akan memunculkan keberadaannya untuk ditaklukkan. Jika hidup tidaklah demikian, kesuksesan akan menjadi terlalu mudah.

Jika anda membuat seseorang bahagia hari ini, anda juga membuat dia berbahagia dua puluh tahun lagi, saat ia mengenang peristiwa itu.

Kebahagiaan tergantung pada apa yang dapat anda berikan, bukan pada apa yang dapat anda peroleh.

Hanya mereka yang berani gagal dapat meraih keberhasilan.

ALLOH tidak menuntut kita untuk Sukses, Dia hanya mengharuskan kita Berusaha.

Minggu, 19 September 2010

Mudik Aman

Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda 4:


1. Sebelum berangkat periksa kembali kondisi kendaraan, seperti ban, rem, kemudi, dan bagian kendaraan lainnya.
2. Periksa semua fungsi-fungsi kendaraan.
3 . Segera ganti atau perbaiki bagian-bagian kendaraan yang mengalami kerusakan sehingga tidak membahayakan pada saat dikendarai jarak jauh.
4. Lengkapi surat surat kendaraan Anda sebelum berangkat.
5. Jaga kondisi tubuh.
6. Gunakanlah sabuk pengaman selama dalam perjalanan.
7. Istirahatlah apabila Anda merasa lelah dan mengantuk. Cari tempat yang aman dan ramai.
8. Berdoalah sebelum berangkat.
9. Kemudikan kendaraan dengan hati-hati dan waspada karena padatnya arus lalu lintas di saat mudik.

Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda 2:
1. Sebelum berangkat periksa kembali kondisi kendaraan, seperti ban, rem, kemudi dan bagian kendaraan lainnya.
2. Periksa semua fungsi-fungsi kendaraan.
3. Segera ganti atau perbaiki bagian-bagian kendaraan yang mengalami kerusakan sehingga tidak membahayakan pada saat dikendarai jarak jauh.
4. Lengkapi surat surat kendaraan Anda sebelum berangkat.
5. Bawalah barang secukupnya, jangan terlalu banyak, karena akan mengganggu selama perjalanan.
6. Gunakan helm dan jaket.
7. Jaga kondisi tubuh.
8. Istirahatlah apabila Anda merasa lelah dan mengantuk. Cari tempat yang aman dan ramai.
9. Berdoalah sebelum berangkat.
10. Kemudikan kendaraan dengan hati-hati dan waspada karena padatnya arus lalu lintas di saat mudik.

Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan umum:
1. Jangan membawa barang bawaan terlalu banyak.
2. Jangan membawa perhiasan yang mencolok.
3. Bagi yang sering mabuk kendaraan, bawalah obat anti mabuk kendaraan.
4. Jaga kondisi tubuh
5. Jangan mau menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak Anda kenal.
6. Saat di terminal jangan sendirian di tempat sepi. Cari tempat yang ramai untuk menghindari tindak kejahatan.

Sabtu, 28 Agustus 2010

Thomas Alva Edison
Penemu Terbesar Dunia


Thomas Alva Edison, seorang penemu terbesar di dunia. Bayangkan, ia menemukan 3.000 penemuan, diantara-nya lampu listrik, sistim distribusi listrik, lokomotif listrik, stasiun tenaga listrik, mikrofon, kinetoskop (proyektor film), laboratori-um riset untuk industri, fonograf (berkembang jadi tape-recorder), dan kinetograf (kamera film).

Ia anak bungsu dari tujuh bersaudara, lahir tanggal 11 Februari 1847 di Milan, Ohio, Amerika Serikat. Buah perkawinan Samuel Ogden, keturunan Belanda dengan Nancy Elliot. Sebagaimana umumnya orangtua, Samuel dan Nancy menyambut kelahiran anaknya dengan suka-cita. Tidak ada hal aneh dalam proses kelahiran anak ini. Namun setelah anak ini mulai bertumbuh, terlihat hal-hal ‘aneh’ yang membuatnya lain dari anak yang lain. Bayangkan, pada usia enam tahun ia pernah mengerami telur ayam.

Setelah berumur 7 tahun, ia masuk sekolah. Tapi malang, tiga bulan kemudian ia dikeluarkan dari sekolah. Gurunya menilainya terlalu bodoh, tak mampu menerima pelajaran apa pun. Untunglah ibunya, Nancy, pernah berprofesi guru. Sang ibu mengajarnya membaca, menulis dan berhitung. Ternyata anak ini dengan cepat menyerap apa yang diajarkan ibunya.

Anak ini kemudian sangat gemar membaca. la membaca berbagai jenis buku. Berjilid-jilid ensiklopedi dibacanya tanpa jemu. Ia juga membaca buku sejarah Inggris dan Romawi, Kamus IPA karangan Ure, dan Principia karangan Newton, dan buku Ilmu Kimia karangan Richard G. Parker.

Selain itu, ia juga anak yang sangat memahami kondisi ekonomi orangtuanya. Pada umur 12 tahun ia tak enggan jadi pengasong koran, kacang, permen, dan kue di kereta api. Sebagian keuntungannya diberikan kepada orang tuanya. Hebatnya, saat berjualan di dalam kereta api itu, ia gemar pula melakukan berbagai eksprimen. Bahkan sempat menerbitkan koran Weekly Herald. Suatu ketika, saat bereksprimen, sebuah gerbong hampir terbakar karena cairan kimia tumpah. Kondektur amat marah dan menamparnya hingga pendengarannya rusak.

Kemudian sejarah ilmu pengetahuan mencatat nama orang yang hidup tahun 1847-1931 ini (meninggal di West Orange, New York, pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun), sebagai penemu terbesar di dunia dengan 3000 penemuan. Ia bahkan pernah menemukan 400 macam penemuan dalam masa 13 bulan. *e-ti/tian dari berbagai sumber
JADILAH DIRI SENDIRI YANG TERBAIK

Jika kau tak dapat menjadi pohon meranti di puncak bukit
Jadilah semak belukar di sisi lembah,
Jadilah semak belukar teranggun di sisi bukit
Jika kau tak boleh menjadi rimbun,
Jadilah hamparan rumput menghijau
Dan hiasilah jalan dimana-mana
Jika kau tak dapat menjadi ikan mas,
Jadilah ikan sepat
Tapi jadilah ikan sepat terlincah di dalam air
Tidak semua dapat menjadi nahkoda
Ada yang menjadi awak kapal dan penumpang
Pasti ada sesuatu untuk semua…
Karena ada tugas berat, maka ada tugas yang ringan
Diantaranya dibuat yang lebih berdekatan
Jika kau tak dapat menjadi bulan purnama yang dekat
Jadilah bintang yang kecil tetapi indah bersinar dari kejauhan
Bukan dinilai kau kalah ataupun menang,
Jadilah dirimu sendiri yang terbaik!